Setiap hari, kita berperan dalam model bisnis grosir maupun eceran. Meski begitu, perbedaan antara keduanya sering kali membingungkan. Bagaimana cara kerjanya? Model bisnis ecommerce mana yang terbaik untuk Anda? Dan apakah keduanya bisa dikombinasikan untuk mendapatkan hasil maksimal?
Memahami perbedaan antara grosir dan eceran ini sangatlah penting untuk meraih kesuksesan dalam dunia perdagangan.
Di bawah ini, Anda akan mempelajari semua hal yang perlu diketahui tentang keduanya. Kami akan membandingkan eceran vs. grosir, menjelaskan perbedaan utamanya, dan membantu menemukan kombinasi yang tepat untuk bisnis Anda.
Apa perbedaan antara grosir dan eceran?
Grosir melibatkan penjualan produk ke bisnis lain dengan harga diskon dan dalam jumlah besar. Di sisi lain, eceran melibatkan penjualan produk langsung ke konsumen dengan harga eceran.
Cara lain untuk menjelaskan perbedaan antara grosir dan eceran adalah dengan menggunakan istilah bisnis "bisnis ke bisnis" (B2B) dan "bisnis ke konsumen" (B2C).
- Grosir adalah B2B karena mereka menjual ke bisnis lain.
- Eceran adalah B2C karena mereka menjual ke konsumen individu.
Cara kerja grosir
Grosir adalah membeli barang dalam jumlah besar dari produsen atau distributor, lalu menyimpannya di gudang, dan menjualnya kembali ke pengecer untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang grosir membeli stok dalam jumlah sangat besar dengan harga rendah. Kemudian, mereka menjual kembali produk tersebut dalam jumlah lebih kecil dengan harga lebih tinggi. Misalnya, pedagang grosir membeli 1.000 botol air dari produsen ini seharga Rp30.000 per botol, sehingga total biaya pembelian mencapai Rp30.000.000.
Kemudian, pedagang grosir menjual 50 botol air tersebut ke 20 pengecer berbeda seharga Rp90.000 per botol (tiga kali lipat dari harga beli awal). Setelah dikurangi biaya operasional seperti penyimpanan di gudang dan pengiriman, mereka akan mendapat keuntungan.
Secara keseluruhan, pedagang grosir:
- Membeli produk dari produsen dan distributor dalam jumlah besar dengan biaya rendah.
- Tidak menjual langsung ke pengguna akhir produk.
- Menjual kembali produk ke bisnis lain dalam jumlah lebih kecil dan dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Cara kerja eceran
Pengecer membeli barang dalam jumlah besar dari pedagang grosir, produsen, atau distributor dan menjualnya ke pengguna akhir. Mereka adalah pihak terakhir dalam rantai pasok.
Jadi, setiap kali Anda sebagai konsumen membeli sesuatu untuk penggunaan pribadi, itu berarti Anda membeli dari pengecer. Ini termasuk toko bahan makanan, toko perkakas, maupun toko pakaian. Terlebih lagi, pengecer biasanya menjual produk secara satuan.
Sebagai contoh, pengecer membeli 100 jam tangan dari pedagang grosir seharga Rp300.000 per unit, lalu menjualnya ke konsumen seharga Rp825.000 per unit.
Sederhananya, pengecer:
- Membeli barang dalam jumlah besar dari pedagang grosir atau distributor.
- Memasarkan dan menjual produk secara satuan ke pengguna akhir.
- Memiliki kontrol penuh atas pengalaman pelanggan.
Perbandingan: grosir vs. eceran
| Perbedaan | Grosir | Eceran |
|---|---|---|
| Target audiens | Bisnis | Konsumen |
| Proses pembelian | Panjang dan melibatkan banyak pemangku kepentingan | Singkat dan melibatkan satu atau dua pengambil keputusan |
| Harga | Biaya per unit lebih rendah: margin keuntungan sekitar 15% hingga 30% | Biaya per unit lebih tinggi: keuntungan sekitar 30-50% dari harga grosir |
| Volume transaksi | Pesanan rutin dalam jumlah besar | Produk satuan |
| Penyimpanan stok | Gudang besar yang fokus pada keamanan dan bongkar muat massal | Ruang penyimpanan eceran dan rak pajangan di toko |
| Jangkauan produk | Lebih sedikit jenis produk dalam jumlah lebih besar | Lebih banyak jenis produk dalam jumlah lebih kecil |
| Biaya operasional | Logistik dan pemenuhan pesanan | Semua aspek ecommerce: pengiriman dan pemenuhan pesanan, layanan pelanggan, pemasaran, dll. |
| Pemenuhan pesanan dan pengiriman | Biaya pengiriman lebih tinggi karena ukuran kotak besar | Pengiriman cepat dan terjangkau |
| Lokasi | Dekat jalur transportasi (misalnya, bandara dan jalan tol) | Kawasan pertokoan utama dan pusat perbelanjaan |
| Syarat pembayaran | Penagihan melalui faktur dan verifikasi kredit | Pembayaran langsung saat checkout |
Target audiens
Pelanggan grosir membeli produk atas nama bisnis, biasanya untuk dijual kembali di toko mereka dengan margin lebih tinggi. Target audiens bisnis grosir cenderung sangat mirip. Mereka mungkin adalah tim pengelola produk, pembelian, atau manajer toko. Tujuan mereka adalah menghasilkan keuntungan dengan menjual kembali stok yang mereka beli.
Di sisi lain, merek eceran menjual ke pelanggan akhir. Tantangan dan motivasi pembelian mereka bisa sangat bervariasi, terutama jika produk memiliki banyak kasus penggunaan.
Perbedaan ini dapat terlihat jelas pada dua merek yang menjual produk perawatan kulit. Pelanggan grosir ingin mendapatkan produk berkualitas tinggi yang bisa dijual untuk menghasilkan keuntungan. Sementara itu, pelanggan eceran ingin meminimalkan jerawat dan meningkatkan hidrasi kulit mereka.
Proses pembelian
Proses pembelian grosir cenderung lebih formal. Transaksi biasanya melibatkan kontrak, negosiasi berkelanjutan, dan penggunaan pesanan pembelian (purchase order). Mengingat volume dan nilai barang yang tinggi, ada penekanan lebih pada penetapan syarat, harga, jadwal pengiriman, dan ketentuan pembayaran yang jelas. Keputusan pembelian B2B rata-rata melibatkan delapan pemangku kepentingan.
Sebaliknya, pembelian eceran lebih sederhana. Pelanggan, baik berbelanja online maupun di toko fisik, cukup memilih apa yang mereka inginkan dan membayarnya. Biasanya hanya ada satu pengambil keputusan (atau dua jika produk digunakan bersama orang lain). Fokus utamanya adalah pada kecepatan dan kenyamanan, yang bisa berarti membayar dengan metode pilihan seperti Shop Pay.
Harga dan margin keuntungan
Bisnis grosir dan eceran sama-sama menghasilkan keuntungan dengan membeli produk pada satu harga dan menjualnya kembali dengan harga lebih mahal. Ini disebut "markup”.
Markup ditambahkan ke harga pokok untuk membayar biaya dan menghasilkan keuntungan. Dalam rantai pasok perdagangan, setiap tahap biasanya meningkatkan harga barang. Inilah yang dikenal sebagai "keystone markup”, yaitu ketika produk dinaikkan sebesar 50%. Artinya, produk dijual dua kali lipat lebih mahal dari harga belinya.
Banyak bisnis menggunakan strategi ini sebagai dasar untuk strategi penetapan harga grosir dan eceran, meskipun tidak ada aturan baku yang mengikat. Secara umum:
- Pedagang grosir memiliki margin keuntungan sebesar 15-30%
- Pengecer menambahkan markup sebesar 30-50% dari harga grosir
Volume transaksi
Pedagang grosir menangani produk dalam jumlah besar dengan lebih sedikit transaksi, tetapi masing-masing bernilai tinggi. Mereka fokus dalam mengelola logistik, pergudangan, dan penyimpanan secara efisien untuk sejumlah pelanggan tetap. Karena nilai setiap transaksi besar, kehilangan satu klien utama dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan.
Di sisi lain, pengecer fokus pada transaksi yang lebih kecil dan satuan. Meskipun nilai per transaksi lebih rendah, total akumulasinya tetap besar. Perputaran stok yang cepat dan pengalaman pelanggan yang lancar memerlukan manajemen stok yang efisien dan sistem point-of-sale/sistem kasir (POS). Dengan basis pelanggan yang begitu luas, gangguan dalam rantai pasok dapat memengaruhi banyak penjualan sekaligus.
💡Tips pro: Satukan data stok Anda (baik untuk penjualan grosir atau eceran) dengan platform operasi perdagangan Shopify. Dapatkan satu sumber data yang terpadu, sehingga dapat mencegah kehabisan stok dan membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas.
Penyimpanan stok dan pergudangan
Sebagian besar pedagang grosir memiliki gudang besar yang menyimpan banyak stok. Fasilitas ini memprioritaskan penyimpanan yang efisien, bongkar muat dalam jumlah besar yang mudah, dan alur logistik yang optimal. Fokus utamanya bukan pada estetika, melainkan pada fungsionalitas, keamanan, dan pengelolaan volume barang.
Untuk pengecer, penyimpanan biasanya terbagi antara ruang belakang toko dan ruang stok. Meskipun lebih kecil dari gudang grosir, ruang penyimpanan ini dirancang agar pengisian ulang stok di area penjualan dapat dilakukan dengan cepat. Sementara itu, rak dan etalase di area toko difokuskan pada presentasi produk dan kemudahan akses bagi pelanggan.
Ragam produk
Pedagang grosir biasanya menyediakan lebih sedikit jenis produk tetapi dalam jumlah lebih besar. Fokus mereka adalah penyediaan produk tertentu dalam volume besar ke pengecer atau bisnis lain.
Pengecer melayani preferensi konsumen yang beragam dengan variasi produk yang lebih luas. Tren musiman, umpan balik pelanggan, dan riset pasar memengaruhi pilihan stok mereka.
Sebagai titik akhir dalam perjalanan pembelian konsumen, pengecer perlu menawarkan ragam produk yang bermacam-macam untuk memenuhi preferensi dan kebutuhan individu. Hasilnya sering kali berupa berbagai merek, gaya, warna, ukuran, dan rasa.
Biaya operasional
Bisnis grosir umumnya memiliki jenis biaya yang lebih sedikit untuk dikelola. Dengan klien yang berskala besar dan kebanyakan pendapatannya berasal dari bisnis berulang, fokus utama mereka adalah pada pergudangan, pengiriman, dan pemenuhan pesanan.
Namun, pengecer perlu fokus paling banyak pada pemasaran, branding, penjualan, dan layanan pelanggan. Baik bisnis grosir maupun eceran tetap perlu mengelola aspek seperti stok, arus kas, dan staf.
Pemenuhan pesanan dan pengiriman
Pelanggan grosir membeli produk dalam jumlah besar, sehingga Anda memerlukan ruang gudang yang signifikan untuk menyimpan stok jika menjual secara B2B. Hal ini juga menimbulkan tantangan dalam pengiriman. Banyak perusahaan ekspedisi menghitung biaya pengiriman berdasarkan dimensi dan berat. Anda mungkin perlu membebankan biaya ini ke pelanggan grosir untuk menjaga margin keuntungan.
Sebaliknya, pengecer mengirim barang dalam jumlah jauh lebih kecil (mungkin satu atau dua sekaligus). Karena volume per kiriman lebih kecil, biaya pengiriman biasanya bukan komponen biaya terbesar dalam operasional bisnis eceran. Anda bahkan bisa memasukkan biaya pengiriman ke dalam harga produk untuk mendukung strategi gratis ongkir.
Dari sisi penyimpanan stok, sebagai pengecer Anda tidak memerlukan ruang sebesar bisnis grosir untuk menyimpan stok, selama tingkat stok dikelola dengan seimbang. Misalnya, Anda mungkin hanya perlu menyimpan 500 unit jika rata-rata penjualan Anda 15 unit per hari, dibandingkan harus menyimpan 2.000 unit untuk melayani pelanggan grosir yang membeli ribuan unit sekaligus.
Lokasi
Lokasi sangat penting bagi bisnis grosir dan eceran, tetapi alasannya berbeda.
Pengecer perlu berada di tempat yang ramai dikunjungi konsumen, seperti kawasan pertokoan utama dan pusat perbelanjaan. Lokasi seperti ini biasanya memiliki biaya sewa per meter persegi yang sangat tinggi karena permintaan yang besar.
Kebutuhan pedagang grosir berbeda. Model bisnis ini memerlukan ruang penyimpanan yang luas untuk menyimpan barang dalam jumlah besar. Terlebih lagi, biaya pengiriman adalah salah satu biaya terbesar yang dimiliki pedagang grosir. Untuk alasan ini, memilih lokasi di dekat persimpangan besar jalan tol, dekat bandara, atau di mana pun yang kondusif akan membantu strategi pengiriman Anda.
Syarat pembayaran
Struktur pembayaran dalam bisnis grosir dan eceran sangatlah berbeda. Pedagang grosir cenderung menawarkan termin pembayaran yang lebih panjang dan menggunakan sistem penagihan berbasis faktur. Sementara itu, pengecer fokus pada transaksi langsung saat checkout.
Beberapa pendekatan umum yang akan Anda lihat dalam pedagang grosir:
- Termin net 30 atau net 60 dengan pembayaran berdasarkan faktur setelah barang diterima.
- Pemeriksaan kredit dan referensi perdagangan untuk mengurangi risiko tidak dibayar.
- Diskon kecil untuk pembayaran lebih awal.
- Syarat berdasarkan volume seperti harga lebih murah atau tenggat pembayaran dapat diperpanjang.
Pendekatan bisnis eceran meliputi:
- Pelanggan membayar pada saat pembelian menggunakan kartu kredit atau dompet digital.
- Opsi beli sekarang, bayar nanti untuk barang berharga lebih tinggi.
Shopify Payments adalah sistem pembayaran Shopify sendiri yang memungkinkan pemilik toko menerima opsi pembayaran B2B dan B2C langsung di toko mereka, tanpa harus menyiapkan layanan pembayaran terpisah.
Tergantung di mana bisnis Anda berada, pelanggan dapat membayar dengan kartu kredit utama, dompet digital (seperti Apple Pay, Google Pay, Shop Pay), dan metode pembayaran yang populer di negara tertentu.
Kapan bisnis grosir menjadi pilihan terbaik?
Anda memiliki keterampilan membangun relasi yang kuat
Kesuksesan grosir sangat bergantung pada membangun dan mempertahankan hubungan bisnis yang kuat. Anda akan bekerja sama dengan jumlah klien yang lebih sedikit, tetapi menjalin kemitraan mendalam yang dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang dan konsisten. Namun, hubungan ini memerlukan pemeliharaan dan pembangunan kepercayaan yang hati-hati, karena kehilangan satu klien besar saja dapat berdampak signifikan pada bisnis Anda.
Anda lebih suka melakukan lebih sedikit penjualan dengan nilai lebih tinggi
Model grosir berfokus pada transaksi yang lebih besar dengan pembeli tetap, bukan pada banyak penjualan kecil. Artinya, Anda mengeluarkan lebih sedikit waktu untuk terus-menerus mencari pelanggan baru, dan lebih banyak waktu untuk mengoptimalkan operasional serta pemenuhan pesanan. Namun, setiap penjualan memerlukan perhatian detail yang cermat, mulai dari mengawasi stok gudang, mengelola pesanan klien, dan mendistribusikan produk grosir. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam skala besar bisa berdampak mahal.
Tips pro: Fitur B2B Shopify membantu menjaga loyalitas pelanggan melalui akun yang dipersonalisasi unik untuk setiap pelanggan grosir. Pembeli dapat melihat riwayat pembelian sebelumnya, menyimpan metode pembayaran mereka, dan dengan mudah memesan ulang stok baru tanpa harus menghubungi tim penjualan terlebih dahulu.
"Pelanggan dulu sangat frustrasi dengan platform kami sampai mereka lebih suka menelepon untuk melakukan pesanan," kata Nicholas Lachhman, Associate Ecommerce Director di Dermalogica Canada. "Sekarang kami melihat pelanggan merasa jauh lebih nyaman, bahkan mereka melakukan pesanan senilai ribuan dolar dari ponsel mereka."
Anda menginginkan stabilitas lebih tinggi
Hubungan jangka panjang dan pesanan berulang membantu menciptakan rasa aman bagi bisnis karena menawarkan prediktabilitas dalam penjualan dan pendapatan.
Namun, Anda tidak boleh bergantung pada satu klien saja. Hubungan yang memburuk dengan satu klien, atau klien yang berhenti beroperasi, bisa berarti kehilangan pendapatan dengan jumlah yang signifikan secara tiba-tiba.
Kapan bisnis eceran menjadi pilihan terbaik?
Anda hebat dalam pemasaran
Kesuksesan bisnis eceran menuntut keterampilan pemasaran dan keterlibatan pelanggan yang kuat. Anda perlu secara konsisten menarik pelanggan baru sekaligus memastikan pelanggan lama kembali berbelanja. Model ini menghargai kreativitas dalam promosi, pengelolaan produk, dan pengalaman pelanggan. Kemampuan untuk menceritakan kisah merek yang menarik dan menciptakan pengalaman berbelanja yang berkesan sangat penting untuk menonjol di pasar yang kompetitif.
Model bisnis eceran juga memberi Anda banyak kebebasan kreatif untuk bereksperimen dengan kampanye pemasaran yang melibatkan target pasar Anda dan meningkatkan kunjungan ke toko. Menjual produk secara satuan juga memberi peluang upselling (menawarkan versi produk yang lebih mahal atau lebih lengkap), cross-selling (menawarkan produk pelengkap), dan bundling (menjual beberapa produk dalam satu paket dengan harga khusus) untuk memaksimalkan pendapatan.
Anda ingin memiliki kontrol lebih besar
Bisnis eceran memberi Anda kendali langsung atas bagaimana pelanggan merasakan merek Anda. Mulai dari tampilan produk, hingga strategi harga, Anda menentukan sendiri cara memposisikan dan menjual produk. Kontrol ini juga mencakup ke layanan pelanggan, suasana toko, hingga pesan pemasaran, yang memungkinkan Anda membangun dan mempertahankan identitas merek secara konsisten.
Hal ini juga berlaku untuk di mana tempat produk Anda dijual. Dengan sistem POS (point of sale/sistem kasir) yang kuat seperti Shopify POS, pengecer dapat memproses transaksi di berbagai saluran (di toko fisik, melalui telepon, atau online) dari satu platform. Pendekatan terpadu ini membuat data stok, data pelanggan, dan transaksi tersinkron otomatis di semua saluran penjualan. Hasilnya, Anda dan pelanggan mendapat pengalaman yang konsisten, apa pun cara belanjanya.
Anda ingin margin keuntungan lebih tinggi
Pedagang grosir menghasilkan keuntungan lebih sedikit per unit karena mereka mengandalkan skala penjualan besar. Jika Anda mampu mengembangkan bisnis eceran dan menjual jumlah yang sama dengan pedagang grosir, Anda akan mendapatkan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Apakah bisa menjalankan bisnis grosir dan eceran sekaligus?
Banyak bisnis besar tidak hanya fokus pada grosir atau eceran saja. Banyak juga perusahaan yang terlibat di hampir seluruh aspek rantai pasok perdagangan.
Tiga contoh perusahaan yang melakukan semuanya adalah Nike, Cartier, dan Brooklinen. Perusahaan ini merancang, memproduksi, mendistribusikan, melakukan grosir, dan menjual produk mereka secara eceran.
Sebagai contoh, Brooklinen memulai merek mereka dengan menjual langsung ke konsumen (DTC), yaitu menjual sprei dan perlengkapan tidur secara online. Seiring waktu, mereka berkembang ke bisnis grosir dan kini menjual produk ke industri perhotelan. Dengan memanfaatkan fitur B2B di Shopify, mereka menciptakan pengalaman terpadu di mana pembeli grosir dapat memesan dalam jumlah besar secara online, mirip dengan pelanggan ecerannya. Pendekatan ini memungkinkan mereka menjalankan grosir dan eceran dari satu sistem terpadu sekaligus meningkatkan penjualan.
Jual eceran dan grosir di Shopify hari ini
Jelas menjual grosir adalah peluang yang menguntungkan untuk semua pengecer online. Dengan fokus pada volume, efisiensi, dan hubungan pelanggan yang kuat, grosir bisa menjadi saluran penjualan yang tepat bagi merek ecommerce yang baru berkembang maupun yang sudah mapan.
Shopify menyederhanakan penjualan B2B dengan berbagai alat untuk mengelola stok, memproses pesanan dalam jumlah besar, dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Anda dapat membuat halaman grosir yang dilindungi kata sandi di situs ecommerce dan menjual langsung ke bisnis lain. Atau, Anda juga dapat menjual dalam jumlah besar secara online melalui marketplace grosir Faire untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Namun, itu tidak berarti Anda perlu meninggalkan penjualan eceran sepenuhnya. Shopify memungkinkan Anda melakukan penjualan B2B di platform terpadu yang sama dengan toko DTC Anda. Dengan satu login, satu sistem stok, dan satu profil pelanggan, Anda bisa melihat seluruh aktivitas pelanggan, siapa pun mereka dan bagaimana cara mereka berbelanja, dalam satu tempat.
"Untuk produk dengan pertimbangan tinggi seperti The Conran Shop, sistem ini [perdagangan terpadu] memungkinkan pelanggan berpindah antara pengalaman online dan di toko fisik secara lebih mulus. Sementara itu, sebelumnya keduanya benar-benar terpisah," kata Richard Voyce, Digital Director di The Conran Shop, sebuah merek yang bermigrasi ke Shopify dan melihat peningkatan konversi 54% sekaligus mengurangi setengah total biaya kepemilikan.
FAQ grosir versus eceran
Bagaimana cara terbaik menambahkan grosir ke bisnis eceran saya?
Anda dapat memulai dengan membuat saluran grosir yang dilindungi kata sandi di toko online Anda yang sudah ada, atau bergabung dengan marketplace grosir yang sudah mapan. Dengan platform seperti Shopify, kedua opsi memungkinkan Anda tetap menjalankan penjualan eceran sekaligus memperluas ke grosir dengan pengaturan teknis yang minimal.
Bagaimana cara mengatur harga yang berbeda untuk grosir dan eceran?
Platform perdagangan modern memungkinkan Anda membuat daftar harga khusus untuk setiap kelompok pelanggan yang berbeda. Misalnya, dengan Shopify, Anda dapat menetapkan harga grosir yang hanya terlihat oleh pelanggan grosir yang sudah masuk/login, sementara pelanggan eceran melihat harga normal. Hal ini membantu menjaga konsistensi harga di seluruh saluran penjualan.
Bisakah saya mengukur kinerja grosir dan eceran secara terpisah?
Ya, sebagian besar platform perdagangan menyediakan alat untuk menganalisis kinerja grosir dan eceran secara independen. Cari solusi yang memungkinkan Anda melacak metrik penting seperti nilai pesanan rata-rata, biaya akuisisi pelanggan, dan margin keuntungan di kedua model bisnis. Misalnya, alat pelaporan Shopify menawarkan tingkat analisis yang mendetail seperti ini.
Lebih baik membeli grosir atau eceran?
Membeli grosir menawarkan produk dengan biaya per unit lebih rendah karena pembelian dalam jumlah besar. Ini cocok untuk bisnis atau individu yang memerlukan jumlah besar. Membeli secara eceran memberikan fleksibilitas untuk membeli dalam jumlah lebih kecil dan sering kali memiliki pilihan produk yang lebih luas, tetapi biasanya dengan biaya per unit yang lebih tinggi.
Apakah Walmart itu pengecer atau pedagang grosir?
Walmart utama berperan sebagai pengecer, menjual berbagai produk langsung ke konsumen di banyak tokonya. Meskipun Walmart menawarkan harga mirip grosir untuk banyak produk, perusahaan ini tidak menjalankan model bisnis grosir.
Lebih baik menjadi pengecer atau pedagang grosir?
Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Bisnis eceran cenderung paling cocok jika Anda menginginkan kontrol atas pengalaman pelanggan, kebebasan pemasaran, dan keuntungan lebih tinggi. Pertimbangkan grosir jika keamanan, membangun hubungan, dan pesanan dalam jumlah besar menjadi prioritas.
Apa perbedaan antara harga grosir dan eceran?
Harga grosir biasanya memiliki margin keuntungan 15-30%, yang bisa bertambah ketika Anda menjual dalam jumlah besar. Harga eceran yang direkomendasikan adalah sekitar 2,5 kali lipat angka ini.
Berapa margin antara grosir dan eceran?
Pedagang grosir biasanya menghasilkan keuntungan 15%-30% ketika menjual produk ke bisnis lain. Angka ini lebih tinggi untuk pengecer yang menjual langsung ke pelanggan (sekitar 20% hingga 50% dari harga grosir).


