Apakah siapa saja bisa membeli dari supplier grosir? Apakah Anda memerlukan izin untuk membeli grosir? Apakah ada berbagai jenis pedagang grosir? Di mana Anda bisa membeli produk grosir?
Itu hanya sebagian pertanyaan yang mungkin Anda miliki tentang bisnis grosir. Seolah membeli secara grosir belum cukup kompleks, ada begitu banyak informasi online dan berbagai situs web yang menawarkan bantuan untuk membeli produk grosir, di mana tidak semuanya dapat dipercaya.
Jadi, apa yang perlu Anda ketahui tentang cara membeli grosir agar terhindar dari kesalahan yang merugikan bisnis?
Di bawah ini, Anda akan mempelajari cara membeli produk grosir untuk dijual kembali dengan cepat dan pasti.
Apa artinya membeli secara grosir?
Membeli secara grosir berarti membeli produk langsung dari supplier, seperti produsen, distributor, atau pedagang grosir, dengan harga diskon dalam jumlah besar. Setelah itu, Anda menjualnya kembali dengan margin keuntungan. Alih-alih membayar harga eceran per unit, dengan grosir Anda akan mengeluarkan biaya per unit yang lebih rendah karena membeli dalam jumlah yang lebih besar.
Berikut gambaran cara kerja pembelian grosir dalam praktiknya:
- Produsen memproduksi barang, sering kali dengan jumlah minimal pesanan (MOQ) ratusan atau ribuan unit, lalu menjualnya ke pedagang grosir.
- Pedagang grosir memecah jumlah tersebut menjadi MOQ yang lebih kecil, seperti 50, 100, atau 500 unit, lalu menjualnya kembali ke pengecer.
- Pengecer kemudian menjual produk satuan ke konsumen akhir, baik secara online maupun di toko fisik.
Sebagai contoh, pengecer pakaian Feature membeli produk grosir dari merek seperti Nike, Converse, atau Adidas dalam jumlah besar, biasanya ratusan pasang per pesanan. Kemudian, mereka menjual kembali setiap item secara satuan dengan harga eceran.
Tentu saja, rantai pasok tidak selalu sesederhana itu. Beberapa pengecer memotong perantara dan membeli langsung dari produsen. Beberapa produsen dan pedagang grosir juga melompati jalur pengecer dan menjual langsung ke konsumen. Bahkan ada perusahaan seperti Apple yang melakukan semuanya sekaligus. Mereka memproduksi produk sendiri, menjualnya secara grosir ke pengecer lain, dan menjalankan toko ritelnya sendiri.
Grosir vs. pembelian dalam jumlah besar
Meskipun membeli grosir memang melibatkan pembelian dalam jumlah besar, membeli dalam jumlah besar tidak selalu berarti membeli grosir. Metode, alasan, dan tujuannya berbeda dalam hal membeli grosir dan pembelian dalam jumlah besar.
Biasanya ketika kita menggunakan kedua istilah ini, inilah yang dimaksud:
- Grosir adalah model bisnis ke bisnis (B2B) yang berbasis pada rantai pasok, di mana pembeli berniat untuk menjual kembali stok grosir yang mereka dapatkan dengan harga eceran.
- Pembelian dalam jumlah besar adalah taktik konsumen untuk menghemat biaya dan tidak bertujuan untuk menjual kembali barang tersebut.
Berikut rinciannya:
| Pertanyaan yang perlu diajukan | Grosir | Pembelian dalam jumlah besar |
|---|---|---|
| Siapa yang membeli? | Pengecer membeli produk dari produsen atau pedagang grosir dengan biaya per unit yang lebih rendah. | Konsumen (atau bisnis kecil) membeli paket besar, sering kali dari pengecer atau toko ritel dengan sistem keanggotaan. |
| Mengapa membeli? | Tujuannya untuk menjual kembali produk secara satuan dengan margin keuntungan. | Tujuannya untuk menggunakan item tersebut secara pribadi atau menghemat biaya dengan membeli dalam jumlah besar. |
| Berapa banyak yang dibeli? | Biasanya mengikuti MOQ yang ditetapkan oleh supplier, misalnya 100 casing ponsel atau 500 kaus. | Tidak ada persyaratan MOQ. Misalnya, beli paket keluarga berisi 24 tisu atau satu dus soda di Costco. |
| Jenis transaksi apa? | Transaksi bersifat B2B (produsen → pedagang grosir → pengecer). | Transaksi bersifat B2C (pengecer → konsumen akhir). |
| Apa contohnya? | Sebuah butik membeli 200 tote bag dari pedagang grosir, lalu menjualnya kembali untuk mendapat keuntungan. | Sebuah keluarga membeli paket isi 12 tote bag di toko Target untuk menghemat biaya per unit. |
Pada dasarnya, grosir berfokus pada mendukung bisnis penjualan kembali, sementara pembelian dalam jumlah besar mengenai penghematan anggaran.
3 jenis pedagang grosir
Tidak semua pedagang grosir beroperasi dengan cara yang sama. Perbedaan tersebut berpengaruh pada margin keuntungan serta waktu pengadaan Anda. Memahami tipe supplier yang Anda hadapi membantu Anda menghindari hambatan dan bekerja sama dengan pihak yang benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Secara umum, ada tiga jenis utama pedagang grosir yang sering ditemui:
Produsen
Produsen adalah titik awal dalam rantai pasok. Mereka mengubah bahan mentah menjadi produk yang digunakan sehari-hari. Perusahaan ini bisa kecil yang memproduksi barang unik dan buatan tangan, atau sangat besar yang menghasilkan banyak jenis produk untuk berbagai merek.
Misalnya, Hanes memproduksi pakaian basic sendiri sekaligus menyediakan stok tanpa merek untuk pengecer lain.
Pedagang grosir ritel
Pedagang grosir ritel berperan sebagai perantara. Mereka membeli produk dalam jumlah besar dari produsen dan menjualnya ke toko. Dengan membeli dalam jumlah besar, mereka mendapatkan diskon sehingga harga per unit menjadi lebih rendah.
Pedagang grosir terkadang akan menjual produk dengan kemasan dan label mereka sendiri. Mereka juga memiliki pemahaman yang baik tentang tren pasar, sehingga mereka kemungkinan selalu menyediakan produk terbaik yang tersedia untuk dijual.
Contoh bagus adalah Costco, yang membeli dari berbagai produsen dan menjual kembali barang-barang tersebut dalam jumlah besar kepada konsumen serta pengecer kecil.
Pedagang grosir merchant
Pedagang grosir merchant membeli produk langsung dari produsen, lalu menjualnya baik ke toko atau langsung ke konsumen. Mereka memiliki berbagai cara penjualan, termasuk cash-and-carry (bayar langsung dan bawa barang), dropshipping, atau penjualan online, dan terkadang memamerkan produk di showroom gudang.
Shein adalah pedagang grosir merchant yang populer. Mereka menjual produk dalam jumlah besar maupun langsung ke konsumen melalui Alibaba, eBay, Amazon, Poshmark, dan situs web mereka sendiri.
Cara membeli grosir dalam 6 langkah
Secara teori, membeli grosir terdengar sederhana, yaitu beli dalam jumlah besar dan jual dengan margin keuntungan. Tantangan sebenarnya adalah menemukan supplier yang tepat, membuat kesepakatan yang cerdas, dan menjaga arus kas tetap sehat.
Berikut panduan langkah demi langkah untuk membeli grosir bagi bisnis Anda:
1. Persiapan untuk membeli produk grosir
Jika Anda ingin membeli dalam jumlah besar dan menjual secara satuan, Anda memerlukan izin (dan beberapa dokumen lain, akan dibahas lebih lanjut nanti).
Izin grosir sering disebut sebagai izin reseller, sertifikat reseller, atau izin pajak penjualan.
Selain izin, ada baiknya memiliki asuransi untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang salah, terutama saat baru mulai belajar cara membeli grosir.
Ada beberapa jenis asuransi yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, Anda mungkin ingin berinvestasi dalam asuransi tanggung jawab terbatas. Anda juga bisa mendapatkan asuransi komersial untuk meminimalkan risiko bisnis lainnya.
Izin dan dokumen yang diperlukan
Sebelum melakukan pesanan grosir pertama, Anda memerlukan dokumen yang membuktikan bahwa Anda adalah reseller yang sah. Minimal, dokumen tersebut biasanya mencakup:
- Lisensi/izin/sertifikat reseller (AS). Ini memungkinkan Anda membeli produk grosir tanpa membayar pajak penjualan, lalu mengumpulkan pajak saat menjual kepada konsumen.
- Izin pajak penjualan. Diperlukan secara hukum di sebagian besar negara bagian AS, jika Anda menjual barang yang dikenai pajak.
- Nomor Identifikasi Wajib Pajak (TIN). Ini dikeluarkan oleh IRS dan diperlukan jika Anda mengumpulkan serta menyerahkan pajak penjualan antarnegara bagian.
Untuk informasi lebih lengkap tentang izin dan dokumen yang dibutuhkan di AS, kunjungi situs web US Small Business Administration.
💡Catatan: Persyaratan bervariasi tergantung negara, bahkan tiap negara bagian. Misalnya, California mengeluarkan izin penjual melalui Department of Tax and Fee Administration, sementara pengecer Texas mengajukan izin pajak penjualan melalui kantor comptroller. Di luar AS, aturan perizinan dapat sangat berbeda. Jadi, selalu periksa dengan pemerintah setempat Anda sebelum memesan grosir.
Menyiapkan struktur bisnis Anda
Struktur hukum yang Anda pilih untuk bisnis akan memengaruhi cara membeli grosir, membayar pajak, dan membatasi tanggung jawab pribadi:
- Usaha perseorangan. Struktur paling sederhana, tetapi aset pribadi Anda tidak dilindungi jika bisnis menghadapi masalah. Beberapa pedagang grosir mungkin masih menjual kepada Anda di bawah pengaturan ini, tetapi yang lain lebih suka pendaftaran yang lebih formal.
- Perseroan terbatas (LLC). Populer di kalangan pengecer kecil. Di sini aset pribadi dan bisnis terpisah dan sering kali membuat Anda terlihat lebih kredibel bagi pedagang grosir.
- Korporasi (C corp atau S corp). Lebih kompleks, tetapi bisa berguna jika Anda berkembang dengan cepat atau mencari investor luar.
Sebagian besar pengecer baru memulai dengan LLC karena terjangkau, melindungi Anda secara hukum, dan dapat membuka pintu ke lebih banyak akun grosir.
2. Identifikasi produk grosir yang Anda butuhkan
Ada sangat banyak pilihan produk grosir yang bisa dijual. Perbedaan antara sukses dan membuang-buang uang tergantung pada seberapa baik Anda mengenal pelanggan Anda. Hal ini seperti selera mereka, kebiasaan, dan masalah yang tidak dapat mereka selesaikan di tempat lain.
Mulailah dengan riset pasar. Gunakan alat seperti Google Trends, percakapan di media sosial, dan laporan industri untuk melihat produk apa yang sedang naik daun, mulai menurun, atau belum tersedia sama sekali. Pelajari pesaing dengan cermat. Jika mereka menjualnya, tanyakan pada diri Anda apakah Anda bisa menjualnya lebih baik, lebih cepat, atau lebih murah.
Kemudian, tentukan fokus bisnis Anda. Miliki niche yang jelas, baik itu barang rumah tangga ramah lingkungan, pakaian basic terjangkau, atau makanan khusus. Ini akan membuat keputusan pembelian lebih fokus dan pesan pemasaran lebih tajam.
3. Riset dan verifikasi calon supplier grosir
Saat menyeleksi supplier, tetap waspada terhadap tanda-tanda yang mencurigakan.
🚩Berikut beberapa tanda bahaya supplier yang harus dihindari:
- Alamat bisnis yang tidak terverifikasi atau detail kontak yang tidak valid
- Meminta pembayaran hanya via Western Union atau wire transfer tanpa opsi pembayaran aman, seperti PayPal, kartu kredit, atau escrow
- Menggunakan stok foto, bukan gambar asli dari stok, gudang, atau produk
- Harga grosir yang jauh di bawah harga pasar. Biasanya ini tanda barang palsu atau berkualitas rendah
Perusahaan grosir yang sah tidak akan keberatan jika Anda meminta bukti legalitas. Mintalah salinan izin usaha, izin reseller, atau ID pajak penjualan. Kemudian, verifikasi basis data negara bagian atau negara.
💡Tips pro: Di AS, Anda dapat memeriksa pendaftaran bisnis melalui basis data online Secretary of State.
Namun, jangan berhenti hanya pada verifikasi dokumen:
- Gunakan alat seperti Better Business Bureau, Trustpilot, atau badge Verified Supplier Alibaba untuk memeriksa ulang reputasi mereka.
- Marketplace seperti Faire membantu mengurangi risiko ini dengan menyeleksi merek terlebih dahulu dan menangani pembayaran secara online. Selain itu, jika Anda ingin menguji produk tanpa membeli stok di awal, gunakan Shopify Collective untuk terhubung dengan merek Shopify lainnya dan menjual tanpa membeli stok di awal.
- Supplier Anda harus bertindak seperti mitra, bukan hanya vendor. Jika mereka mengetahui niche mereka dengan sangat baik, seperti supplier sabun grosir Noble Otter Soap Co., yang dijalankan oleh dua pembuat sabun berpengalaman, dapat membagikan wawasan produk yang membantu Anda menjual lebih efektif.
- Terakhir, realistis tentang anggaran Anda. Perhitungkan biaya promosi, kemungkinan produk yang perputarannya lambat, serta biaya tak terduga sebelum mengunci pesanan.
Jangan lupa untuk membandingkan beberapa supplier. Banyak pedagang grosir menjual produk yang sama atau serupa, tetapi harga, syarat pembayaran, dan kualitas layanan bisa sangat berbeda.
4. Hubungi supplier yang Anda minati
Setelah membuat daftar pendek beberapa vendor grosir yang ingin diajak bekerja sama, langkah berikutnya adalah menghubungi mereka untuk menggali informasi lebih lanjut.
Saat menghubungi supplier, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat:
- Di mana produk Anda dibuat atau diproduksi?
- Berapa lama waktu pengiriman untuk pesanan grosir? (Sebagai pengecer, perputaran cepat sangat penting dan kehabisan stok berarti kehilangan pendapatan.)
- Berapa jumlah minimal pesanan (MOQ) untuk grosir?
- Sudah berapa lama perusahaan Anda beroperasi?
- Apakah Anda menjual produk langsung ke konsumen?
- Apakah saya bisa membeli sampel sebelum melakukan pembelian?
- Bagaimana kebijakan retur jika ada barang rusak dalam pesanan?
- Apakah Anda memiliki sistem pemesanan grosir digital, atau saya perlu melakukan pesanan melalui telepon, email, dll.? (Sistem digital membantu mengurangi hal-hal seperti kesalahan pesanan dan keterlambatan pengiriman.)
- Apa yang terjadi jika pesanan saya terlambat tiba?
Beberapa vendor mungkin sudah menjawab banyak pertanyaan ini di halaman FAQ situs mereka. Jadi, Anda bisa menghemat waktu dengan mengecek situs mereka terlebih dahulu sebelum menghubungi langsung.
5. Lakukan pembelian dan terima item grosir Anda
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan Anda dan supplier sudah sepakat mengenai detail penting. Hal itu seperti spesifikasi produk, kuantitas, harga, tanggal pengiriman, dan kondisi khusus apa pun. Masukkan semuanya dalam purchase order/PO (surat pesanan) yang terperinci.
Ketentuan pembayaran bisa berbeda-beda. Ada supplier yang menginginkan pembayaran penuh di muka. Ada juga yang menawarkan sistem net 30 (pembayaran dilakukan 30 hari setelah pengiriman). Negosiasikan persyaratan yang menjaga arus kas Anda. Jika ingin menangani pengiriman sendiri, gunakan jasa pengiriman yang bereputasi baik untuk mengelola logistik, bea cukai, dan dokumentasi.
Ketika pesanan tiba, segera periksa. Hitung semuanya, cek kualitas produk, dan catat kerusakan atau cacat produk. Jika ada masalah, rujuk kembali ke PO dan kesepakatan awal. Kemudian, segera hubungi supplier untuk menegosiasikan penggantian atau pengembalian dana sesuai kebutuhan.
Memahami persyaratan invoice
Invoice (faktur) grosir adalah dokumen hukum yang melindungi Anda dan menjaga pencatatan keuangan tetap rapi. Invoice yang tidak akurat dapat mengacaukan pembukuan Anda, pengajuan pajak, bahkan menyebabkan masalah dengan kepatuhan impor/ekspor.
Invoice grosir yang baik biasanya mencakup:
- Detail supplier dan pembeli (nama bisnis, alamat, info kontak)
- Nomor dan tanggal invoice
- Deskripsi item dan kode produk (SKU)
- Jumlah barang dan harga per unit
- Total tagihan yang harus dibayar (beserta mata uang)
- Persyaratan pembayaran (misalnya, net 30 atau di muka)
- Detail pengiriman dan penyerahan
- Nomor pajak atau PPN jika diperlukan
💡Tips pro: Jika Anda membeli grosir untuk dijual kembali, Shopify akan membantu menjaga dokumen Anda tetap rapi dengan menyimpan invoice supplier dan melacak biaya pembelian Anda. Platform ini juga dapat menyinkronkan data dengan alat akuntansi seperti QuickBooks atau Xero, sehingga setiap transaksi dalam jumlah besar muncul di pembukuan Anda secara otomatis.
Persyaratan pembayaran dan negosiasi
Struktur pembayaran grosir biasanya jatuh ke dalam beberapa kategori:
- Pembayaran di muka: Anda membayar 100% sebelum barang dikirim. Ini paling aman bagi supplier, tetapi risikonya paling besar bagi pembeli.
- Pembayaran bertahap (50/50): Sebagian dibayar di awal, sisanya saat barang dikirim atau diterima. Skema ini menyeimbangkan risiko kedua belah pihak.
- Persyaratan net atau termin (net 15, net 30, net 60): Pembayaran dilakukan setelah barang diterima, misalnya 30 hari kemudian. Ini memberi Anda waktu untuk menjual barang dan menjaga arus kas tetap stabil.
Saat bernegosiasi, minta persyaratan yang berkembang seiring tingkat kepercayaan. Pesanan pertama mungkin meminta pembayaran di muka. Namun, seiring proses membangun reputasi, Anda bisa mengajukan net 30 atau sistem 50/50. Jika Anda berurusan dengan supplier internasional, pertimbangkan layanan escrow untuk melindungi dari penipuan.
6. Pertimbangkan tarif dan bea impor
Jika Anda membeli grosir dari luar negeri, tarif dan bea kini menjadi bagian penting yang wajib dihitung, bukan sekadar birokrasi.
Sejak Agustus 2025, pemerintah Amerika Serikat resmi menghapus pengecualian de minimis yang sebelumnya membebaskan paket bernilai kurang dari $800 dari tarif. Artinya, semua impor barang, meskipun berharga rendah, sekarang bisa dikenai bea masuk, baik berupa persentase tarif maupun biaya tetap per paket seperti $80–$200 tergantung negara asalnya.
Selain itu, mulai 5 April 2025, AS memberlakukan tarif dasar 10% pada sebagian besar impor. Pada 9 April, bea khusus negara tambahan mulai berlaku, meningkatkan biaya lebih tinggi lagi tergantung pada sumber barang.
💡Tips pro: Masukkan tarif bea ke dalam biaya dasar barang Anda atau buat dengan transparan saat checkout menggunakan pengaturan Shopify. Buka Settings > Taxes & duties di Shopify untuk mengotomatiskan DDP, menambahkan detail negara asal, dan mengelola kode HS dengan rapi.
Tempat membeli produk grosir di tahun 2026
Ada banyak cara untuk menemukan supplier grosir. Berikut beberapa opsi yang sudah teruji.
1. Faire
Faire adalah marketplace grosir online yang menghubungkan pengecer independen dengan bisnis kecil dan pembuat produk untuk menjelajahi dan memesan produk grosir secara online. Platform ini berbasis B2B dan dirancang agar toko lokal bisa menemukan serta memesan ribuan produk unik dari berbagai kategori seperti rumah, gaya hidup, kecantikan, dan banyak lagi.
Jika Anda menggunakan Shopify, aplikasi Faire (Faire: Buy Wholesale dan Faire: Sell Wholesale) memungkinkan Anda menyinkronkan katalog, pesanan, dan stok langsung ke admin Anda. Platform ini juga menawarkan termin pembayaran kepada pengecer yang memenuhi syarat. Integrasi ini membantu proses mendapatkan produk dan pembukuan tetap rapi saat Anda menambahkan lini produk baru.
2. Marketplace grosir
Berikut daftar situs belanja grosir alternatif di mana Anda dapat membeli produk grosir untuk dijual kembali:
- Alibaba adalah marketplace online B2B terbesar secara global. Di sini tersedia banyak pedagang grosir, produsen, dan distributor, yang sebagian besar berlokasi di Tiongkok.
- IndiaMart adalah pasar grosir online B2B terbesar di India (dan terbesar kedua secara global, setelah Alibaba). Platform ini memiliki basis data supplier grosir yang besar untuk dipilih, banyak di antaranya berbasis di India.
- Global Sources adalah pasar grosir yang berbasis di Hong Kong dan mayoritas supplier yang terdaftar berbasis di Asia.
- EC21 adalah marketplace grosir yang berbasis di Korea Selatan, dengan lebih dari 1,5 juta supplier.
- TradeIndia adalah pasar grosir populer lainnya yang berbasis di (sesuai namanya) India, dengan lebih dari 2.000 kategori yang dapat dijelajahi.
- DHgate adalah pasar grosir lain yang berbasis di Tiongkok dan menampilkan jutaan penjual dari China, Turki, dan Korea.
- Made-in-China terutama membantu menghubungkan pembeli global dengan supplier di China.
Persyaratan penjualan khusus platform
Setiap marketplace memiliki aturannya sendiri tentang siapa yang dapat berjualan, dokumen yang dibutuhkan, dan sistem pemenuhan pesanan. Berikut ringkasannya:
- Alibaba:
- Memerlukan akun supplier terverifikasi.
- Memerlukan izin bisnis dan dokumen verifikasi perusahaan.
- Pemenuhan pesanan dikelola oleh penjual (kecuali menggunakan Alibaba.com Freight).
- Item yang dilarang: barang palsu, senjata, dan bahan kimia yang dibatasi.
- IndiaMart:
- Memerlukan bukti pendaftaran bisnis.
- Memerlukan pendaftaran GST untuk penjual India.
- Penjual menangani pengiriman dan logistik.
- Item yang dilarang: senjata api, obat-obatan ilegal, barang palsu.
- Global Sources:
- Memerlukan izin bisnis yang terverifikasi dan kredensial ekspor.
- Pemenuhan pesanan biasanya dikelola penjual.
- Item yang dilarang: bahan berbahaya, produk yang melanggar.
- DHgate:
- Memerlukan akun penjual dengan verifikasi bisnis.
- Memerlukan dokumen identitas (paspor atau izin bisnis).
- Pemenuhan pesanan melalui penjual atau mitra logistik DHgate.
- Item yang dilarang: produk palsu, konten dewasa, obat-obatan terlarang.
- Made-in-China:
- Memerlukan verifikasi perusahaan dan izin bisnis.
- Beberapa kategori memerlukan sertifikasi produk (misalnya, CE, FDA).
- Pemenuhan pesanan dikelola penjual.
- Item yang dilarang: teknologi yang dibatasi, barang palsu, barang militer.
3. Rekomendasi dari mulut ke mulut
Rekomendasi dari mulut ke mulut adalah salah satu cara terbaik untuk menemukan supplier grosir, karena mereka sudah diverifikasi oleh seseorang yang Anda percayai. Minta rekomendasi dari koneksi Anda dan dengarkan nama yang berulang di jaringan Anda.
4. Forum ecommerce
Bagaimana jika Anda baru mulai membeli grosir dan belum punya kenalan di industri ini? Ada banyak forum ecommerce yang sudah dikenal, grup Facebook, dan subreddit di mana Anda dapat terhubung secara online dengan pemilik bisnis ritel lainnya. Selain itu, pedagang grosir juga cenderung aktif di forum dengan harapan mendapatkan bisnis baru.
5. Google Search
Kalau cara lain belum membuahkan hasil, Google biasa tetap bisa membantu, tetapi hanya jika Anda mencari dengan cermat. Hasil teratas sering kali hanyalah perantara yang paham SEO, tidak selalu supplier yang paling dapat diandalkan.
Gulir melewati halaman satu, sesuaikan kata kunci Anda dengan istilah seperti "distributor grosir”, "supplier dalam jumlah besar”, atau "MOQ 100”, dan tambahkan niche Anda (misalnya, "peralatan dapur ramah lingkungan grosir").
Seperti biasa, verifikasi sebelum Anda percaya.
💡Tips pro: Gunakan fitur Advanced Search Google untuk memfilter berdasarkan wilayah atau jenis file (misalnya, PDF) untuk menampilkan katalog supplier yang tidak selalu muncul dalam pencarian biasa.
Mulai membeli dan menjual produk grosir dengan Shopify
Belajar membeli grosir untuk dijual kembali membutuhkan riset, kesabaran, dan sedikit skeptisisme.
Kecuali membeli grosir untuk penggunaan pribadi, pastikan memiliki izin dan dokumentasi yang tepat untuk tetap patuh pada aturan. Selain itu, membandingkan supplier, menegosiasikan syarat, dan menghitung margin sebelum memesan sangat penting untuk menjaga keuntungan bisnis.
Di sinilah Shopify membantu. Selain memudahkan dalam mendapatkan produk melalui integrasi seperti Faire, Shopify juga menyediakan alat untuk melacak stok, mengelola pesanan dalam jumlah besar, dan membangun hubungan pelanggan B2B yang kuat. Anda bahkan dapat menyiapkan toko grosir yang dilindungi kata sandi langsung di dalam situs Shopify Anda. Dengan begitu, ketika sudah siap untuk berkembang dari membeli grosir ke menjual grosir, bisnis Anda berjalan lancar dan terstruktur.
FAQ cara membeli grosir
Apakah orang biasa bisa membeli dari grosir?
Konsumen biasa dapat membeli dari outlet grosir, tetapi ini sering kali memerlukan pembelian item dalam jumlah besar atau memiliki keanggotaan. Pedagang grosir biasanya melayani bisnis yang membeli dalam jumlah besar, tetapi dapat menawarkan akses terbatas kepada konsumen.
Bagaimana cara membeli grosir sebagai bisnis kecil?
Bisnis kecil dapat membeli grosir dengan mendapatkan izin penjual atau bisnis. Kemudian, membuat akun dengan pedagang grosir, yang sering kali memerlukan pemenuhan jumlah minimal pesanan. Anda juga perlu melakukan riset untuk menemukan pedagang grosir yang tepat dan selaras dengan kebutuhan bisnis Anda, termasuk jenis produk, harga, dan ukuran pesanan.
Bagaimana cara mendapatkan produk grosir?
Anda bisa mendapatkan produk grosir melalui marketplace, seperti Faire, Alibaba, atau IndiaMart, dengan menghubungi produsen secara langsung atau bergabung dengan direktori grosir. Untuk mendapatkan harga grosir, Anda biasanya memerlukan izin bisnis yang valid atau izin reseller.
Apakah Anda memerlukan PT untuk membeli grosir?
Tidak selalu. Beberapa pedagang grosir akan menjual kepada usaha perseorangan selama memiliki dokumentasi yang tepat (seperti sertifikat penjualan kembali). Akan tetapi, membentuk seperti PT atau entitas hukum lainnya memberi Anda kredibilitas tambahan, perlindungan hukum, dan biasanya akses ke akun grosir yang lebih baik.
Apakah saya memerlukan ID pajak untuk membeli grosir?
Dalam kebanyakan kasus, ya. Nomor Identifikasi Wajib Pajak (TIN) atau izin reseller memungkinkan Anda membeli grosir tanpa membayar pajak penjualan. Ini juga yang Anda butuhkan untuk mengumpulkan pajak penjualan dengan benar saat menjual kembali. Persyaratan bervariasi menurut negara atau provinsi, jadi periksa aturan setempat sebelum melakukan pesanan.


